logoblog

Makna, Keutamaan dan Sejarah singkat Shalawat Nariyah

Makna, Keutamaan dan Sejarah singkat Shalawat Nariyah

Sunnah

Sunnah close
Dibaca:2004 close
Makna, Keutamaan dan Sejarah singkat Shalawat Nariyah
share

Makna Shalawat Nariyah

Mengucapkan shalawat (jamak dari as shalat) merupakan lambang dari cinta kasih umat Nabi Muhammad SAW kepada beliau. Dan di hari kiamat nanti beliau insyaallah akan memberikan syafa’at pertolongannya kepada kaum muslimin yang mengistiqomahkan membaca shalawat. Aamiin.

 

As Shalat menurut bahasa artinya adalah doa, istighfar, rahmat, pemuliaan, dan pujian. Shalat maktubah dinamai shalat karena di dalamnya terkandung doa dan istighfar. (as Shabuni, Rawa’iyul Bayan, Juz II, hal. 357). Shalawat kepada Nabi jika dari Allah, artinya adalah rahmat ta’dhim (rahmat yang disertai pengagungan), atau pemuliaan dan pujian Allah kepada Nabi-Nya, dan bila dari selain Allah, yang dimaksud adalah mendoakan, atau memintakan ampun kepada Allah. Membaca shalawat kepada Nabi artinya memohon kepada Allah agar memberikan kesejahteraan kepada hamba pilihan-Nya itu.

 

Syaikh Yusuf an Nabhany mengutip ar Raghib mengatakan bahwa as shalat menurut bahasa adalah doa, pemberkahan dan pemuliaan. Jika dari Allah maknanya adalah tazkiyyah (pembersihan), jika dari dari malaikat adalah istighfar dan jika berasal  dari manusia maknanya adalah doa (an Nabhany, Sa’adatud Daraini, hal. 371). Dengan demikian membaca shalawat adalah bagian dari tahiyyah (penghormatan). Ketika kita diperintah Allah membaca shalawat yang maksudnya adalah mendoakan dengan rahmat kepada Nabi Muhammad, maka Nabi juga sebagaimana perintah Allah kepada beliau juga akan mendoakan dengan rahmat kepada umat yang bershalawat kepada beliau, sebagaimana ketetapan dalam QS. An-Nisa’ ayat 86:

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

 

“…Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu…”.

 

Doa dengan rahmat dari Nabi Muhammad ini disebut juga syafa’at. Tentang hal ini, seluruh ulama telah sepakat bahwa doa Nabi itu tidak akan ditolak oleh Allah. Jadi Allah akan menerima syafa’at Nabi atas semua umat yang bershalawat pada beliau.

 

Sementara makna at Taslim menurut bahasa adalah do’a untuk keselamatan dari segala bencana, kekurangan dan penyakit. Menurut Ibn Sa’ib artinya adalah kepatuhan tanpa menyelisihi  (as Shabuny, Sharihul Bayan, Juz II, hal. 364).

 

Kedudukan dan Keutamaan Shalawat

 

Membaca shalawat merupakan perbuatan terpuji yang merupakan perintah Allah. Allah berfirman  dalam surat Al-Ahzab 56:

 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

 

Perintah ini adalah kewajiban. Para ulama hampir sepakat bahwa membaca shalawat salam merupakan kewajiban sekali seumur hidup. Imam al Qurthuby bahkan menyatakan kewajiban itu sebagai ijma’ ulama. (Sharihul Bayan, hal. 366).

 

Jumhur ulama menyatakan bahwa bershalawat adalah sebentuk ibadah dan qurbah, seperti halnya dzikir, tasbih dan tahmid, dan merupakan kewajiban sekali seumur hidup, serta kesunnahan di setiap saat dan seyogyanya memperbanyaknya.

 

Demikian juga membaca shalawat kepada keluarga dan sahabat nabi juga dianjurkan, sebagaimana firman Allah dalam surat at Taubah ayat 103:

 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

 

Beberapa Hadits tentang Keutamaan Bershalawat

Ada beberapa hadis tentang keutamaan bershalawat, diantaranya:

 

من صلى علي في كتاب لم تزل الملائكة تستغفر له ما دام اسمي في ذلك الكتاب من سره أن يلقي الله وهو عنه راض فليكثر من الصلاة علي  أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة ( رواه الترمذي

 

“Barangsiapa kesenangannya adalah bertemu dengan Allah dan Allah ridho kepadanya maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. “Barang siapa kesenangannya adalah bertemu dengan Allah dan Allah ridho kepadanya maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Seutama-utamanya manusia bersamaku di hari kiamat adalah orang yang banyak membaca shalawat” (HR. at Tirmidzi)

 

أنه لا يصلي عليك أحد إلا صليت عليه عشرا ( رواه النسائ  و أحمد

 

“Bahwasanya tak seorang pun bershalawat untukmu satu kali, kecuali aku akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluh kali.” (HR. an Nasa’i dan Ahmad)

 

 

من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا ( رواه مسلم

 

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah memberikan shalawat takdzim padanya 10 kali” (HR. Muslim)

 

Shalawat Nariyah

Makna, Keutamaan dan Sejarah singkat Shalawat Nariyah

Makna, Keutamaan dan Sejarah singkat Shalawat Nariyah

 

“Ya Allah, berikanlah Shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Beliau Baginda Nabi kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki“.

 

Sejarah Singkat Shalawat Nariyah

Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah beliau hidup pada jaman Nabi Muhammad SAW.Sehingga termasuk salah satu sahabat nabi dan beliau lebih menekuni pada bidang ketauhidan.Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi SAW dalam menyampaikan wahyu Allah mengajarkan tentang Islam amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi.Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

 

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya itu sebanyak 4444 kali.Maka lalu setelah membacanya beliau mendapat karomah dari Allah.Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi.Dan Nabi SAW pun mengiyakannya..subhanallah.Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah.Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

 

Mengapa sahabat itu ditolak nabi dan justru syekh nariyah yang bisa para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam di amalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya.Orang-orang yang mendoakan Nabi Muhammad SAW pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

 

Jadi Nabi SAW berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya.Inilah salah satu rahasia doa atau sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya.Dan untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.

 

Sebelum membaca shalawat nariyah hendaknya menghadiahkan surat Fatihah kepada Nabi Muhammad, dan para sahabat beliau, para wali dan ulama, dan kepada penyusun shalawat ini, yaitu Syekh Abdul Wahhab at-Tazy. Sebaiknya shalawat ini dibaca secara dawam (terus menerus dengan tanpa disisipi hal lain pada suatu amalan) dengan disertai etika antara lain adalah suci dari hadats dan najis, dan tidak diselingi berbicara dengan orang lain. Wallahu a’lam.

Artikel Terkait

Sejarah Idul Adha Dari Kisah Nabi Ibrahim AS Bersama Putranya Nabi Ismail AS

Sebentar lagi kita akan merayakan hari besar Islam, yakni hari Raya Idul Adha, dimana pada hari tersebut seluruh umat muslim memperingati ... Selengkapnya

Berikut Keutamaan dan Fadhilah dari Amalan Berqurban

Sebentar lagi kita akan merayakan hari raya Idul Adha, dimana banyak kaum muslimin yang memotong hewan kurban mulai dari kambing, sapi, ... Selengkapnya

Ini Keutamaan Melaksanakan Puasa Sunnah 10 Hari di Bulan Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, puasa ini merupakan puasa sunnah jadi sifatnya tidak wajib. Puasa Dzulhijjah dilaksanakan ... Selengkapnya

Keutamaan Puasa Assyura Pada Bulan Muharram

Keutamaan Puasa Assyura Pada Bulan Muharram - Islam adalah agama yang sempurna, banyak kebaikan dan kemudahan dalam setiap ibadah yang dilakukan. ... Selengkapnya


advertisement
Masih Hangat
 
Banyak Dilihat

Akhir Artikel

Buka Kategori Untuk Info Menarik Lainnya